Dengan rambut terurai, seorang gadis kecil menangis mengikuti iringan jenazah ayahnya yang diusung menuju tempat pemakaman sambil berkata : "Ayah, mengapa begitu singkat umurmu?"
Takdir telah menentukan bahwa gadis sekecil itu harus kehilangan sosok seorang figur ayah, padahal gadis seumurnya sangat memerlukan perlindungan dan bimbingan seorang ayah.
Setelah prosesi pemakaman selesai, dan satu persatu orang-orang mulai meninggalkan pemakanan tersebut begitu pula dengan sang gadis kecil tersebut.
Pada esok harinya, gadis itu berlari-lari kecil sambil meratap dan menagis kembali menuju makam sang ayah yang diikuti oleh Hasan Al Basri dari belakang. Setiba di pemakaman tersebut, gadis kecil tersebut memeluk makam ayahnya, kemudian pipinya diletakkan di atas gundukan tanah dengan air mata yang membasahi pipinya. Melihat gadis tersebut Hasan Al Basri tak kuasa meneteskan air mata dan menghampiri gadis kecil tersebut, dengan memberikan sebuah perkataan bijak kepada gadis kecil tersebut:
"Ayah, kau telah kukafani dengan kain kafan yang bagus, masihkah kau memakai kain kafan itu? dan kata orang Shaleh, bahwa kain kafan orang yang telah meninggal ada yang diganti dengan kain kafan syurga dan ada pula yang dari neraka. kain kafan dari manakah yang ayah kenakan sekarang?"
"Ayah, kemarin aku telah meletakan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkan tubuhmu hari ini?"
Gadis kecil tersebut terus saja mendengarkan ucapak yang dicontokan oleh Hasan Al Basri tanpa henti.
"Ayah, orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok ditanya tentang imannya. diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada juga yang yang cuma membisu. Yang kufikirkan, apakah ayah bisa menjawab ataukan hanya diam membisu?"
"Ayah, katanya kuburan itu bisa dibuat menjadi luas atau sempit. Bagaimana kuburan ayah sekarang, bertambah luas ataukah bertambah sempit? Dan kuburan itu katanya merupakan secuil taman dari taman Syurga, tetapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka. Yang menjadi fikiranku, bagaimana kuburan ayah sekarang? taman Syurga ataukah lubang neraka?"
"Ayahku, katanya bahwa liang kubur bisa menghangatkan mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu terhadap anaknya, tetapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang. Bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang? jangan-jangan ayah terhimpit lubang kubur".
"Ayah, orang Shaleh mengatakan, orang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dulu semasa hidupnya tak memperbanyak amal kebaikan, justru menjadi pendurhaka, dan banyak melakukan maksiat. Yang kutanyakan pada ayah, apakah ayah termasuk orang yang menyesal karena perbuatan maksiat atau menyesal karena sedikit malakukan amal kebaikan?"
"ayah, dulu setiap aku memanggilmu engkau selalu menjawab, tetapi kini engkau kupanggil-panggil tak lagi mau menjawabku. Kini engkau telah berpisah denganku, dan tak akan berjumpa sampai hari kiamat. Semoga Allah tak menghalangi perjumpaanku denganmu".
demikian beberapa nasihat Hasan Al Basri yang disampaikan kepada gadis kecil itu dalam meratapi kematian ayahnya. dan gadis kecil tersebut hanya berkata: "sungguh baik nasihat bapak, aku sangat berterima kasih sekali".
kemudian Hasal Al Basri mengajak gadis kecil tersebut pulang, meninggalkan makan ayahnya.
Takdir telah menentukan bahwa gadis sekecil itu harus kehilangan sosok seorang figur ayah, padahal gadis seumurnya sangat memerlukan perlindungan dan bimbingan seorang ayah.
Setelah prosesi pemakaman selesai, dan satu persatu orang-orang mulai meninggalkan pemakanan tersebut begitu pula dengan sang gadis kecil tersebut.
Pada esok harinya, gadis itu berlari-lari kecil sambil meratap dan menagis kembali menuju makam sang ayah yang diikuti oleh Hasan Al Basri dari belakang. Setiba di pemakaman tersebut, gadis kecil tersebut memeluk makam ayahnya, kemudian pipinya diletakkan di atas gundukan tanah dengan air mata yang membasahi pipinya. Melihat gadis tersebut Hasan Al Basri tak kuasa meneteskan air mata dan menghampiri gadis kecil tersebut, dengan memberikan sebuah perkataan bijak kepada gadis kecil tersebut:
"Ayah, kau telah kukafani dengan kain kafan yang bagus, masihkah kau memakai kain kafan itu? dan kata orang Shaleh, bahwa kain kafan orang yang telah meninggal ada yang diganti dengan kain kafan syurga dan ada pula yang dari neraka. kain kafan dari manakah yang ayah kenakan sekarang?"
"Ayah, kemarin aku telah meletakan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkan tubuhmu hari ini?"
Gadis kecil tersebut terus saja mendengarkan ucapak yang dicontokan oleh Hasan Al Basri tanpa henti.
"Ayah, orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok ditanya tentang imannya. diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada juga yang yang cuma membisu. Yang kufikirkan, apakah ayah bisa menjawab ataukan hanya diam membisu?"
"Ayah, katanya kuburan itu bisa dibuat menjadi luas atau sempit. Bagaimana kuburan ayah sekarang, bertambah luas ataukah bertambah sempit? Dan kuburan itu katanya merupakan secuil taman dari taman Syurga, tetapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka. Yang menjadi fikiranku, bagaimana kuburan ayah sekarang? taman Syurga ataukah lubang neraka?"
"Ayahku, katanya bahwa liang kubur bisa menghangatkan mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu terhadap anaknya, tetapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang. Bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang? jangan-jangan ayah terhimpit lubang kubur".
"Ayah, orang Shaleh mengatakan, orang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dulu semasa hidupnya tak memperbanyak amal kebaikan, justru menjadi pendurhaka, dan banyak melakukan maksiat. Yang kutanyakan pada ayah, apakah ayah termasuk orang yang menyesal karena perbuatan maksiat atau menyesal karena sedikit malakukan amal kebaikan?"
"ayah, dulu setiap aku memanggilmu engkau selalu menjawab, tetapi kini engkau kupanggil-panggil tak lagi mau menjawabku. Kini engkau telah berpisah denganku, dan tak akan berjumpa sampai hari kiamat. Semoga Allah tak menghalangi perjumpaanku denganmu".
demikian beberapa nasihat Hasan Al Basri yang disampaikan kepada gadis kecil itu dalam meratapi kematian ayahnya. dan gadis kecil tersebut hanya berkata: "sungguh baik nasihat bapak, aku sangat berterima kasih sekali".
kemudian Hasal Al Basri mengajak gadis kecil tersebut pulang, meninggalkan makan ayahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar