Sabtu, 10 November 2012

Nasihat Hasan Al Basri Kepada Gadis Kecil

          Dengan rambut terurai, seorang gadis kecil menangis mengikuti iringan jenazah ayahnya yang diusung menuju tempat pemakaman sambil berkata : "Ayah, mengapa begitu singkat umurmu?"

          Takdir telah menentukan bahwa gadis sekecil itu harus kehilangan sosok seorang figur ayah, padahal gadis seumurnya sangat memerlukan perlindungan dan bimbingan seorang ayah.

          Setelah prosesi pemakaman selesai, dan satu persatu orang-orang mulai meninggalkan pemakanan tersebut begitu pula dengan sang gadis kecil tersebut.

          Pada esok harinya, gadis itu berlari-lari kecil sambil meratap dan menagis kembali menuju makam sang ayah yang diikuti oleh Hasan Al Basri dari belakang. Setiba di pemakaman tersebut, gadis kecil tersebut memeluk makam ayahnya, kemudian pipinya diletakkan di atas gundukan tanah dengan air mata yang membasahi pipinya. Melihat gadis tersebut Hasan Al Basri tak kuasa meneteskan air mata dan menghampiri gadis kecil tersebut, dengan memberikan sebuah perkataan bijak kepada gadis kecil tersebut:

          "Ayah, kau telah kukafani dengan kain kafan yang bagus, masihkah kau memakai kain kafan itu? dan kata orang Shaleh, bahwa kain kafan orang yang telah meninggal ada yang diganti dengan kain kafan syurga dan ada pula yang dari neraka. kain kafan dari manakah yang ayah kenakan sekarang?"

          "Ayah, kemarin aku telah meletakan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkan tubuhmu hari ini?"

          Gadis kecil tersebut terus saja mendengarkan ucapak yang dicontokan oleh Hasan Al Basri tanpa henti.

          "Ayah, orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok ditanya tentang imannya. diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada juga yang yang cuma membisu. Yang kufikirkan, apakah ayah bisa menjawab ataukan hanya diam membisu?"

          "Ayah, katanya kuburan itu bisa dibuat menjadi luas atau sempit. Bagaimana kuburan ayah sekarang, bertambah luas ataukah bertambah sempit? Dan kuburan itu katanya merupakan secuil taman dari taman Syurga, tetapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka. Yang menjadi fikiranku, bagaimana kuburan ayah sekarang? taman Syurga ataukah lubang neraka?"

          "Ayahku, katanya bahwa liang kubur bisa menghangatkan mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu terhadap anaknya, tetapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang. Bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang? jangan-jangan ayah terhimpit lubang kubur".

          "Ayah, orang Shaleh mengatakan, orang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dulu semasa hidupnya tak memperbanyak amal kebaikan, justru menjadi pendurhaka, dan banyak melakukan maksiat. Yang kutanyakan pada ayah, apakah ayah termasuk orang yang menyesal karena perbuatan maksiat atau menyesal karena sedikit malakukan amal kebaikan?"

          "ayah, dulu setiap aku memanggilmu engkau selalu menjawab, tetapi kini engkau kupanggil-panggil tak lagi mau menjawabku. Kini engkau telah berpisah denganku, dan tak akan berjumpa sampai hari kiamat. Semoga Allah tak menghalangi perjumpaanku denganmu".

         demikian beberapa nasihat Hasan Al Basri yang disampaikan kepada gadis kecil itu dalam meratapi kematian ayahnya. dan gadis kecil tersebut hanya berkata: "sungguh baik nasihat bapak, aku sangat berterima kasih sekali".

         kemudian Hasal Al Basri mengajak gadis kecil tersebut pulang, meninggalkan makan ayahnya.

Selasa, 30 Oktober 2012

Kesucian Cinta


jika kau belum mantap untuk melangkah dengan seseorang, maka cukup cintai ia dalam diam...
Karena diammu adalah sebuah bukti cintamu kepadanya,,
Dengan begitu kau telah memuliakan dirinya,,
Karena kau tidak membawanya untuk menjalani hubungan yang terlarang dan tak merusak kesucian dan penjagaan hatinya,,
Diammu sungguh telah memuliakan dirinya, dan dirimu juga akan terjaga,, Sebagaimana Fatimah dan Ali bin Abi Thalib yang diam dalam cinta.
Namun, pada akhirnya mereka dapat bersanding bersama didalam sebuah pelaminan.
Bersabarlah dalam diammu, karena tulang rusuk tak akan pernah tertukar.


Kamis, 31 Mei 2012

Ketulusan Cinta


Cinta, Ya Allah, sebuah kata yang sarat dengan makna. Tak seorang Manusia pun di dunia ini yang tak mengenal Cinta, karena cinta sesungguhnya telah ada sebelum manusia itu ada. Ia akan terus tumbuh dan bersemi di dalam dada,  meski manusia itu sendiri telah tiada.

Maknailah cinta itu dengan kelembutan, kasih sayang dan perhatian yang sepenuh hati, agar cinta itu benar-benar dapat menemukan kesejatiannya dan ketulusannya tanpa harus dibumbui oleh prasangka dan ego di dada.

Karena sesungguhnya cinta itu :
Ketika hatimu terluka tapi mampu untuk memaafkannya,
Ketika hatimu menagis tapi mampu untuk tersenyum karennanya,
Ketika hatimu bersumpah untuk setia walau ia telah menghianatimu,
Ketika hatimu mampu membahagiakannya tanpa meminta balasan darinya.

Ketka kamu mencintainya tanpa kenal waktu,
Ketika kamu tersenyum walau hatimu terluka,
Ketika kamu mengalah meski pendapatmu benar,
Ketika kamu mampu untuk memaafkannya tanpa ia pinta.

Ketika engkau tertawa oleh ocehannya yang tak pernah lucu,
Ketika engkau memberi apa yang paling engkau sukai,
Ketika engkau mau menerima apa yang tak kamu sukai darinya,
Ketika engkau selalu mengharapkan kehadirannya.

Ketulusan menjadi panji-panji cintamu,
Ketika kejujuran selalu menghiasi setiap ucapanmu,
Ketika kesetiaan menjadi tanda tangan cintamu,
Ketika perhatian adalah makanan keseharianmu.

Subhanallah,
Alangkah indahnya cinta itu jika kita bisa mengaplikasikannya dengan baik.